Rincian Biaya Maintenance Website
Biaya maintenance website per tahun terdiri dari dua bagian. Pertama, biaya infrastruktur yang wajib dibayar agar website tetap online: domain, hosting, dan sertifikat SSL. Kedua, biaya pekerjaan perawatan: pembaruan software, backup, pemantauan, perbaikan, dan perubahan konten.
Artikel ini merinci keduanya dengan harga yang kami cek pada 19 September 2026, menunjukkan jebakan harga promo tahun pertama, menjelaskan kenapa pembaruan rutin tidak bisa dilewati, dan memberi checklist perawatan yang bisa Anda pakai. Untuk biaya pembuatan website, lihat halaman biaya pembuatan website di Lampung.
Biaya Domain dan Hosting per Tahun
Sebagai contoh, berikut harga dari salah satu penyedia domain dan hosting di Indonesia, DomaiNesia. Harga penyedia lain bisa berbeda, tetapi strukturnya serupa.
| Komponen | Harga tahun pertama | Harga normal atau perpanjangan |
|---|---|---|
| Domain .com | Rp149.900 (promo) | Rp209.000 per tahun |
| Domain .id | Rp99.000 (promo, wajib registrasi 2 tahun) | Rp199.000 tahun kedua; harga normal Rp249.000 |
| [Hosting Nimbus Go](https://www.domainesia.com/hosting/) | Rp32.000 per bulan | Rp32.000 per bulan, atau Rp384.000 per tahun |
| SSL Let's Encrypt | Gratis, termasuk di paket hosting | Gratis |
Untuk website company profile dengan domain .com dan paket hosting di atas, biaya infrastruktur dasarnya Rp209.000 + Rp384.000 = Rp593.000 per tahun dengan harga normal. Angka ini belum termasuk pekerjaan perawatan.
Biaya yang Sering Terlupa
- Lisensi plugin atau tema premium yang harus diperpanjang setiap tahun agar tetap mendapat pembaruan keamanan.
- Email bisnis jika tidak memakai email bawaan paket hosting.
- Penyimpanan backup di luar server hosting, supaya data tetap aman jika server bermasalah.
- Naik paket hosting saat pengunjung atau jumlah produk bertambah.
Kenapa Pembaruan Rutin Wajib
Banyak website usaha kecil memakai WordPress beserta plugin dan tema. Menurut laporan Patchstack yang diperbarui 25 Februari 2026, sepanjang 2025 ditemukan 11.334 kerentanan baru di ekosistem WordPress, naik 42% dibanding 2024.
- 91% kerentanan ditemukan di plugin, 9% di tema, dan hanya 6 di inti WordPress.
- 46% kerentanan belum diperbaiki pembuatnya saat diumumkan ke publik.
- Median waktu hingga serangan massal adalah 5 jam untuk kerentanan yang paling banyak dieksploitasi.
Artinya, website yang dibiarkan berbulan-bulan tanpa pembaruan hampir pasti memakai plugin dengan celah yang sudah diketahui penyerang. Website yang tidak memakai WordPress juga tetap membutuhkan pembaruan pustaka dan server, meski jumlah celahnya biasanya lebih sedikit.
Website Terbengkalai Jadi Sasaran
Masalah ini bukan hanya teori. Menurut Kompas.com pada 26 Februari 2025, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut beberapa situs pemerintah "sering disusupi iklan judi online" karena tidak dikelola dengan baik.
Hal yang sama berlaku untuk website usaha. Halaman yang disusupi konten judi atau spam merusak kepercayaan pelanggan dan bisa membuat website turun di hasil pencarian. Jika itu terjadi, langkah pemulihannya kami bahas di website tidak muncul di Google.
SSL Kini Diperpanjang Lebih Sering
Sertifikat SSL membuat website tampil dengan HTTPS. Let's Encrypt mengumumkan pada 2 Desember 2025 bahwa masa berlaku sertifikatnya akan dipangkas dari 90 hari menjadi 45 hari pada 2028, mengikuti aturan CA/Browser Forum yang berlaku untuk semua penerbit sertifikat publik.
Dampaknya sederhana: perpanjangan manual tidak lagi realistis. Pastikan hosting atau server Anda memperpanjang sertifikat secara otomatis, dan ada pemantauan yang memberi tahu jika perpanjangan gagal.
Checklist Maintenance Website
| Frekuensi | Pekerjaan |
|---|---|
| Mingguan | Cek website bisa dibuka, formulir dan tombol WhatsApp berfungsi, backup berjalan |
| Bulanan | Perbarui plugin, tema, dan software; cek laporan keamanan; hapus akun admin yang tidak dipakai |
| Triwulan | Uji pemulihan dari backup; cek kecepatan dan Core Web Vitals; perbarui konten yang usang |
| Tahunan | Perpanjang domain dan hosting; tinjau ulang kebutuhan paket hosting; cek kepemilikan domain |
Kecepatan termasuk bagian perawatan. Panduan metriknya ada di menguasai Core Web Vitals.
Urus Sendiri atau Pakai Jasa
Urus Sendiri
Cocok jika website Anda sederhana dan ada orang di tim yang disiplin mengerjakan checklist di atas setiap bulan. Biayanya hanya infrastruktur, tetapi risikonya ada pada konsistensi: pembaruan yang terlewat beberapa bulan sudah cukup untuk membuka celah.
Pakai Jasa Maintenance
Cocok jika website menghasilkan leads atau penjualan, sehingga gangguan beberapa hari saja sudah merugikan. Saat membandingkan penawaran, tanyakan hal berikut:
- Apa saja yang termasuk: pembaruan, backup, pemantauan, perbaikan bug, atau juga perubahan konten?
- Seberapa cepat masalah ditangani, dan lewat kanal apa?
- Apakah ada laporan bulanan?
- Siapa pemilik domain, hosting, dan akses admin?
- Bagaimana jika Anda ingin berhenti berlangganan?
Jika website sudah terlalu lama tidak dirawat, kadang membangun ulang lebih masuk akal daripada memperbaikinya. Pertimbangannya kami bahas di redesign website.
Kesimpulan
Biaya maintenance website per tahun terdiri dari infrastruktur, yaitu domain, hosting, dan SSL, serta pekerjaan perawatan rutin. Dengan contoh harga 2026, infrastruktur dasar website company profile sekitar Rp593.000 per tahun. Yang lebih penting dari angkanya adalah disiplin: cek harga perpanjangan, pastikan domain atas nama Anda, perbarui software setiap bulan, dan jangan biarkan website terbengkalai.
Baca juga: risiko jasa website murah sebelum memilih penyedia jasa website baru.
Sumber
- Daftar Domain Murah — DomaiNesia, dicek 19 September 2026
- Web Hosting — DomaiNesia, dicek 19 September 2026
- State of WordPress Security In 2026 — Patchstack, 25 Februari 2026
- Decreasing Certificate Lifetimes to 45 Days — Let's Encrypt, 2 Desember 2025
- Menkomdigi: Situs Pemerintah yang Tak Aktif Rawan Disisipi Iklan Judi "Online" — Kompas.com, 26 Februari 2025
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya maintenance website per tahun?
Biaya maintenance website terdiri dari infrastruktur dan pekerjaan perawatan. Dengan harga DomaiNesia yang dicek pada 19 September 2026, domain .com Rp209.000 per tahun dan hosting Rp32.000 per bulan menghasilkan biaya infrastruktur dasar sekitar Rp593.000 per tahun, belum termasuk jasa perawatan.
Apa saja yang termasuk maintenance website?
Maintenance website mencakup perpanjangan domain dan hosting, pembaruan software, plugin, dan tema, backup rutin dan uji pemulihan, pemantauan keamanan dan uptime, perbaikan bug, serta pembaruan konten dan pengecekan kecepatan.
Kenapa website WordPress harus rutin diperbarui?
Menurut laporan Patchstack, ada 11.334 kerentanan baru di ekosistem WordPress pada 2025, dan 91% di antaranya ada di plugin. Untuk kerentanan yang paling banyak dieksploitasi, median waktu hingga serangan massal hanya 5 jam, sehingga website yang tidak diperbarui mudah menjadi sasaran.
Apakah sertifikat SSL perlu dibayar?
Tidak selalu. Sertifikat Let's Encrypt gratis dan umumnya sudah termasuk di paket hosting. Let's Encrypt akan memangkas masa berlakunya dari 90 hari menjadi 45 hari pada 2028, jadi pastikan perpanjangannya berjalan otomatis.
Apa risiko jika website tidak dirawat?
Website yang tidak dirawat rawan disusupi konten judi atau spam, bisa berhenti berfungsi saat domain atau SSL kedaluwarsa, dan dapat turun di hasil pencarian. Menkomdigi pada Februari 2025 menyebut situs yang tidak dikelola dengan baik sering disusupi iklan judi online.
Di Erkabased, kami menyediakan maintenance bulanan opsional setelah website diluncurkan: pemantauan, backup, pembaruan keamanan, perbaikan bug, perubahan kecil, dan laporan bulanan. Domain dan akses server tetap atas nama Anda. Lihat layanan kami atau hubungi kami untuk mendiskusikan kebutuhan website Anda.




